Postingan populer dari blog ini
Demonstran
Jalan di kota kota kembali ramai Asap hitam menggumpal Tebal dan pekat Mengangkasa teriakan Menggema di antara bangunan Antrean panjang pengemudi Terbentang luas nan berserakan Jalan di kota kota kembali ramai Keringat demonstran mengalir membungkam debu Sentakan kaki demonstran menjinakkan bumi Kepalan tangan demonstran menggetarkan penguasa Jalan di kota kota semakin ramai Para pejuang bertarung menagi janji Telah sadar jika rumah tak damai lagi Mereka turun ke jalan Mengobarkan api tanda peringatan Ban ban bekas menjelma arang laksana simbol perlawanan Revolusi !!! Revolusi !!! Revolusi !!! Sampai mati !!! Aparat berdatangan Kami lawan Aparat pun melawan Bentrok tak terhindarkan Aparat punya peluru Kami punya batu
"Hening masih tentangmu" Keheningan malam Mengantarkan aku pada pesonamu Terbayang teduh nan bersahaja Lekukan lekukan senyum pada merah bibirmu menjadi candu bagiku Ingin rasanya aku menjaganya Agar tak satupun sebab menjadikannya murung Tak juga sedih ataupun luka Ingin aku raih jemarimu Kan kugandeng ia pada setiap langkahmu Aku ingin menepi disisimu wahai manis Aku ingin mengusap kerudung merah yang sering engkau kenakan jikalau hendak merayu cintaku









Komentar
Posting Komentar